Migrasi Tidur ke Sekolah

31 08 2009

Sekolah itu tempat menuntut ilmu. Tempat kita menambang sebanyak-banyaknya pengetahuan, biar jadi orang pintar. Teorinya sih begitu. Tapi, sekolah juga punya banyak kegunaan lain lho. Tempat kita cari banyak teman, belajar berorganisasi, dan… ehem.. cari pacar, hehehe.

Eits, masih ada satu lagi hal yang ternyata bisa dilakukan di sekolah. Apa itu? Tidur! Iya, sekolah ternyata juga jadi option buat tempat menginap. Kayak dilakuin sama 55,2 persen responDet yang pernah migrasi tidur ke sekolah.

Area di tempat menuntut ilmu yang pernah jadi ”kamar” sementara buat mayoritas (58,4 persen) responDet adalah ruang kelas. Selain itu, ada yang pernah nginap di luar kelas (15,5 persen) atau di ruang UKS (12,2 persen).

Saat meninggalkan rumah untuk nginep di sekolah, sebagian besar (55,2 persen) responDet punya persiapan khusus. Yang terpenting adalah nyiapin ransum alias bekal makanan (58,9 persen). Selebihnya ngaku wajib bawa peralatan tidur (14,4 persen), dan sisanya nggak mau melupakan obat-obatan (15,8 persen).

Tengok pengakuan Aulia Rachma, yuk! Cewek yang bersekolah di SMAN 5 ini mengatakan pernah nginep di sekolah lantaran ada kegiatan pondok Ramadan. Buat pemilik sapaan Aul ini, kegiatan menginap bisa jadi menyenangkan asal punya persiapan yang mantap. “Tidurnya kan di kelas tuh, jadi aku lebih mementingkan kenyamanan waktu tidur. Kita kan tidurnya di lantai. Bagi-bagi tugas gitu sama temen-temenku, siapa yang bawa peralatan apa,” ujar Aul.

Aul kebagian bawa selimut soalnya banyak nyamuk. Teman-temannya beda lagi. “Ada yang dapet tugas bawa bantal sama guling. Jadi, pas waktunya tidur, kita bisa ngerasa kayak di rumah sendiri gitu, he he,” imbuhnya.

Nggak seperti Aul, Donny Yanuar di SMA IPIEMS justru lebih memprioritaskan ”senjata” lain saat mau pindah tidur ke sekolah. Buat cowok Sagitarius ini, nggak ada yang lebih penting selain bawa makanan.

“Soalnya, aku sama teman-teman suka ngobrol sampai pagi kalau nginep di sekolah. Biasanya, di tengah-tengah ngobrol itu, suka laper. Padahal kan pas malem-malem. Nah, biar nggak kelaperan, mending sedia makanan,” cuap Donny.

Makanan yang disediakan Donny bukan sebangsa nasi plus lauk-pauknya. Cukup cemilan seperti kacang atau keripik. Roti jadi makanan paling berat yang biasanya tersedia.

“Kan jarang-jarang juga nginep di sekolah, palingan cuma kalau jadi panitia even aja. Makanya, nggak ada salahnya dong bawa banyak jajanan sekali-sekali. Toh makanannya nggak dimakan sendiri, tapi dibagi-bagi juga ke teman-teman yang lain,” imbuh Donny.

Iffa Khairina juga termasuk ResponDet yang merasakan sensasi nginep di sekolah. Pelajar SMPN 34 ini migrasi tidur ke sekolah pas ada acara persami alias perkemahan Sabtu Minggu. Otomatis, dia harus ngikutin semua acaranya selama dua hari satu malam.

Iffa dan teman-temannya nggak ribet bawa alat-alat tidur. “Tidurnya sih bisa di mana aja, yang penting ada makanan He he. Janjian temen bawa apa. Terus nanti kita barter,” ujarnya. (dee/rum)


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.